• Bukit Golf, Cibubur
  • psykeconsultant@gmail.com
  • Mon-Sat 8.00-18.00
    Sunday CLOSED

Employee Profilling

Asesmen terhadap sejumlah karyawan atau calon karyawan, anda akan mendapatkan informasi komprehensif mengenai kapasitas dan potensi para karyawan ketika bekerja atau sebelum ditempatkan dalam pos pekerjaan yang sesuai. Dari hasil pengukuran akan dihasilkan profil karyawan serta interaksinya dengan pekerjaan (person-job match) dan pengaruhnya terhadap efektivitas organisasi (organization effectiveness)

Psycho Assesment

Berawal dari rasa empati ini, kami menawarkan metode psycho-assessment, yang merupakan perpaduan antara psychological testing dan assessment center. Dengan tetap merujuk pada metode standar kedua metode tersebut, kami memberikan kualitas yang sama baik dengan investasi yang lebih bersahabat.

Organization Development

Hasil pemetaan/profiling karyawan maupun organisasi yang benar adalah ketika kesenjangan antara hasil potret diri karyawan/organisasi dapat teratasi dengan sejumlah intervensi pengembangan. Kami menawarkan berbagai pilihan pengembangan baik untuk keperluan pemenuhan IDP (Individual Development Plan) maupun pengembangan organisasi (Organization Development).

Persiapan Pensiun

Kami memahami stabilitas emosi para karyawan menjelang memasuki masa pensiun, baik akibat pensiun karena usia maupun karena tuntutan organisasi. Berdasarkan pengalaman kami menghadapi para karyawan menjelang pensiun, kami memiliki program pembekalan yang mencakup persiapan kesehatan, Membangun komunitas `sahabat pensiun`, Memilih bisnis di masa pensiun, dan Mengatasi masalah finansial.


Kamis, 21 Desember 2017

Mengapa Anda Perlu Menjadi Seorang Profesional Asesor?

Ini alasanya mengapa Anda perlu menjadi seorang profesional asesor. Intinya ASESOR adalah orang yang akan menilai. Orang yang akan melakukan assessment. Nah, kalau selama ini Anda merasa sudah sangat mumpuni ataupun expert di bidang profesi Anda (apapun profesinya) tersebut, menjadi seorang aseseor adalah langkah Anda selanjutnya. Latar belakangnya sebenarnya terkait dengan perlunya standarisasi profesi. Sebagai contoh saja, tukang las atau penata rambut, atau katakanlah seorang trainer. Sama-sama mengakui dirinya tukang las, penata rambut ataupun trainer. Tapi bagaimana kita bisa menjamin bahwa mereka memliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang tukang las, penata rambut ataupun trainer? Tidak ada yang menjamin kan? Pastinya sama-sama dari mereka akan klaim, “Sayalah yang terbaik”. Tapi siapa yang bisa jadi wasitnya?



Kondisi LEBIH MENANTANG apalagi dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dimana saat ini banyak professional dari luar yang akan masuk ke Indonesia. Bagaimana mengatur bahwa para professional yang dinegaranya mengklaim pintar di bidang ketrampilan atau ilmu tertentu, sungguh-sungguh berkualitas? Atau, kita lihat sebaliknya, kalau kita ingin bekerja keluar negeri. Mungkin saja kita sendiri merasa telah memiliki skill tersebut. Tapi pertanyaannya, bagaimana membuktikan kalau kita memiliki ketrampilan tersebut? Karena itulah, negara kita melalui sebuah Badan Negara Sertifikasi Profesi (BNSP), ditunjuk langsung oleh Presiden untuk bertanggung jawab melakukan sertifikasi profesi.

Ayo kunjungi website langsungnya untuk dapat informasi super detilnya: www.bnsp.go.id/
Dan sekarang kebayang dong betapa banyaknya orang yang perlu disertifikasi? Penduduk kita jumlahnya 200juta lebih. Kurang lebih ada sekitar 2000 profesi yang mau disertifikasi. Tapi, saat ini yang baru ada standar sertifikasinya, menurut seorang Master Aseseor dari BNSP, hanya sekitar 600 jenis profesi. Dan jumlah asesornya sendiri, masih sedikit. Padahal, dari asesor ini sendiri, belum tentu semuanya berkualitas. Dan hal ini semakin memperkecil jumlah aseseor yang mampu melakukan uji profesi ini. Jadi, disitulah tantangan sekaligus peluangnya!

5 ALASAN PERTIMBANGAN SAYA MENJADI ASESEOR YANG BISA JADI PERTIMBANGAN ANDA!

Terus terang, saya sendiri baru saja menjadi seorang Asesor. Dan itulah adalah salah satu keputusan investasi untuk masa depan yang tidak saya sesali. Dan kedepannya, kita akan melihat banyak orang yang akan mencari Asesor untuk disertifikasi. Jadi, apa alasan saya menjadi aseseor yang mungkin bisa jadi pertimbangan Anda pula?

Sertifikasi Profesi Akan Jadi Masa Depan Tuntutan Setiap Profesi Tampaknya, ke depannya, semua profesi publik di Indonesia, mulai dipersyaratkan untuk memliki sertifikasi. Ini untuk menciptakan adanya standar. Nah, siapakah yang bisa menentukan apa seseorang layak atau tidak? Tentunya adalah para asesor resmi. Itulah sebabnya, di masa depan para asesor ini akan dibutuhkan oleh negara untuk menjadi perpanjangan tangannya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melakukan uji profesi seseorang.

Menjadi Aseseor Berarti Kita Selangkah Lebih Maju Logikanya pasti begitu dong. Kalau kita nantinya akan menguji seorang trainer, seorang ahli keuangan, seorang HRD professional, maka logikanya kitalah yang akan paling mengerti soal apa persyaratannya menjadi seorang ahli keuangan, seorang professional HRD, dll. Dengan menjadi seorang asesor di bidang kita masing-masing, maka sama artinya kita menunjukkan bahwa diri kita lebih berpengetahuan dibandingkan dengan mereka yang hanya akan sekedar diuji kemampuannya.

Kredibilitas Diri Meningkat Bayangkan saja ada dua orang trainer, atau coach atau ahli marketing. Atau, katakanlah dua ahli memasak. Satunya coach biasa. Satunya lagi punya gelar aseseor yang diakui oleh BNSP. Anda bisa paham, keduanya pasti berbeda bukan dilihat dari kualifikasinya? Dan saya masih ingat tatkala ada seorang trainer yang bercerita bagaimana dengan gelar resmi yang ia miliki dari BNSP, ia bisa men’ “charge” untuk kemampuannya lebih tinggi, dari harga pasaran dirinya yang sebelumnya. Credibility is Marketability!

Perusahaan dan Institusi Mulai Akan Menuntut Profesional Yang Punya Sertifikat Resmi Percayalah ke depannya, akan banyak lembaga, khususnya lembaga pemerintah yang mulai akan menuntut ijazah ataupun sertifikat resmi, dari orang yang akan memberikan jasanya. Hal ini pun telah terjadi. Ceritanya, ada sebuah organisasi yang akan jadi tim penilai di sebuah BUMN. Mereka telah mendapatkan proyeknya. Tapi sebuah masalah besar muncul karena ternyata semuanya yang akan menguji di BUMN itu tidak punya sertifikat dari BNSP. Tahu apa yang terjadi? Berbondong-bondong mereka harus membayar untuk menjadi aseseor. Dan karena kondisinya kepepet seperti itu, mereka harus membayar lumayan mahal untuk mendapatkan sertifikat asesor mereka.

Peluang Income Di Masa Depan Menjadi asesor, bisa jadi pekerjaan sampingan. Dengan jadi asesor, kita menjadi seorang independen yang bisa bekerja untuk BNSP melalui LSP-LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang memang menjadi perpanjangan tangannya BNSP, sebagai tempat untuk melakukan uji profesi. Jadi, apakah mau jadi full time asesor ataukah kelak menjadi pekerjaan kita pada masa pensiun nantinya, menjadi seorang asesor tidak ada ruginya. Nah, itulah ke 5 alasan pada saat saya memutuskan untuk menjadi seorang asesor. Dan seperti yang saya katakan, saya sama sekali tidak menyesal dengan keputusan menjadi aseseor tersebut. Sebab, setelah mengantongi sertifikat resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), nama saya telah tercantum secara resmi di BNSP sebagai asesor di negeri ini. Kartu namapun bisa saya tambahkan logo berlambang Garuda yang menunjukkan bahwa saya seorang asesor resminya negeri ini (walaupun ini tidak saya lakukan, tapi banyak rekan aseseor yang melakukannya untuk membangun kredibilitas. Dan hal ini wajar saja menurutku).

Dan terakhir sekali, Saat ini kami sedang dalam finalisasi membangun Lembaga Sertifikasi Profesi Bina Insan Excellency, yang nantinya akan menjadi tempat untuk menguji para professional terkait dengan fungsi profesi SDM (Sumber Daya Manusia), termasuk pula diantaranya adalah para trainer. So, kalau tertarik, buat Anda yang telah menjadi asesor saat ini ataupun kelak, bisa pula berafiliasi dengan kami (kalau memang bidang Anda sesuai).

Jadi, tertarikkah menjadi seorang Asesor pula? Silakan telpon atau minta informasi mengenai program pendidikan sertifikasi profesi yang kami adakan secara rutin di Bina Insan Excellency (BIE). Sebenarnya sih, bukan kami yang melakukan. Sebenarnya yang memberikan sertifikat ini tetaplah badan resmi negara, BNSP. Kami hanyalah perpanjangan tangannya negara dengan menghadirkan para Master Asesor Resmi dari BNSP yang berkualitas, yang akan menjajari Anda menjadi seorang asesor yang kompeten (jadi bukan cuma sekedar punya gelar saja).

Untuk informasi menjadi asesor, silakan kontak:  ( +62 ) 8179 161 830